“Open Table” Cara Baru Pikat Pencari Hunian

RumahCom – Di tengah kencangnya persaingan, para pengembang (developer) memang harus memutar otak dalam mengatur strategi pemasaran yang tepat. Pasalnya jika salah langkah, bisa berakibat pada mubazirnya bujet dan tenaga.

Kepada Rumah.com, Agus Susilo selaku Direktur Utama PT. Permata Sakti Mandiri (PSM) yang mengembangkan apartemen Cimanggis City, membeberkan taktik teranyar yang menurutnya ampuh menggaet target konsumen.

“Kami lakukan open table di beberapa swalayan dan SPBU. Hasilnya justru lebih bagus ketimbang ikut pameran. Setiap bulan ada 10 unit terjual dari satu lokasi saja. Contoh di SPBU Cibubur, kami hanya sewa Rp8 juta per bulan tapi hasilnya sangat baik,” katanya.

(Apartemen yang dibeli dari pengembang pasti bisa dimiliki dengan cara dicicil. Untuk mengetahui berapa nominal cicilan apartemen idaman, gunakan fitur Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Berdasarkan rekomendasi Rumah.com, dalam mengadakan open table setidaknya pengembang harus memahami dengan benar seperti apa konsep booth yang mumpuni.

Booth yang bagus tidak hanya diisi oleh dekorasi cerah dan visual yang menarik saja, melainkan juga berisi konten yang mudah dipelajari para pengunjung. Misalnya dari video atau presentasi yang ditayangkan pada layar LCD atau dari selebaran brosur yang dibagikan.

Dan pastikan konten yang ditampilkan meliputi:

  • Fokus pada proyek properti yang dipasarkan
  • Tidak terlalu banyak gambar dan tulisan yang membingungkan untuk dibaca
  • Membuat pengunjung mendapat pengalaman melihat atau menonton video atau augmented reality proyek properti seperti berada di lokasi tersebut
  • Membagi konten ke beberapa bagian atau jenis media yang berbeda, misalnya proyek apartemen diilustrasikan pada gambar 3D sementara proyek perumahan dibuatkan replika/maket.

Mau dapat uang tunai total Rp10 juta untuk lima orang pemenang? Ikuti Survey Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2018 di sini!

Survey ini bertujuan untuk mengetahui respon konsumen properti terhadap kondisi pasar properti saat in, yang hasilnya akan berguna bagi para pelaku pasar properti, baik konsumen, penjual, maupun pembuat peraturan.

“Konsep open table ini efektif karena tepat sasaran. Kami lakukan di titik-titik yang memang sesuai dengan target konsumen yang diincar. Mengingat harga apartemen yang dipasarkan relatif terjangkau, masih Rp299 juta untuk tipe Studio,” ia menjelaskan.

Harga di atas sudah mengalami kenaikan cukup signifikan bila dibandingkan saat ditawarkan pertama kali tahun lalu yaitu sekitar Rp200 jutaan untuk tipe studio. Harga juga naik 10% dari harga sebelumnya di bulan Mei.

Kenaikan harga adalah bagian dari optimisme selain juga melihat perkembangan dan kenaikan suku bunga BI. Per 31 Mei 2018, Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4,75% setelah dua pekan lalu masih 4,25%.

Sementara itu dari sisi angka, lebih dari 50% unit apartemen terjual hingga bulan kemarin dengan pembukuan pendapatan lebih dari Rp100 miliar rupiah. Tercapainya target mendesak Permata Sakti Mandiri (PSM) agar segera menggenjot proses pembangunan di tower pertama.

“Rencana soft launching tower kedua dilakukan pasca penjualan tower pertama sudah di atas 80%. Setiap bulan kami konsisten bisa jual hingga 50 unit. Angka ini terbilang jauh lebih baik ketimbang pengembang di sekitar yang unitnya terbeli tidak lebih dari 15 unit,” tutup Agus.

Mau informasi properti yang komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, hingga ke harga hunian baik perumahan maupun apartemen di Indonesia tahun ini? Unduh laporan lengkap Rumah.com Property Market Outlook 2018 di sini!

No Comments

Post a Comment