Menggiurkan, BPJS Tawarkan Cicilan Rumah Bunga Rendah

Liputan6.com, Jakarta Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FP3) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS-TK) diminati banyak orang. Fasilitas ini bisa digunakan oleh peserta yang belum pernah membeli rumah.

Syarat utama untuk mengikuti FP3 adalah bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Pasalnya, dana fasilitas ini berasal dari pengembangan dana JHT yang terkumpul.

“Ini adalah layanan tambahan yang merupakan pengembangan manfaat dari program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat membantu meringankan upaya peserta BPJS-TK dalam membeli rumah pertama yang layak dan terjangkau dan ini sudah aktif dan bisa dimanfaatkan,” kata Utoh kepada Rumah.com.

“Kami bekerja sama dengan bank dan menempatkan dana JHT tadi ke perbankan lalu disalurkan ke peserta lewat kredit. Syarat untuk memanfaatkan fasilitas ini adalah mengikuti JHT minimal satu tahun,” ia menambahkan.

BPJS-TK memberikan bantuan pembiayaan hingga 95% hingga jangka waktu 20 tahun. Dengan demikian, uang muka yang harus disiapkan calon pembeli rumah adalah 5% dari harga rumah.

“Fasilitas cicilan rumah untuk non-MBR ini dibatasi harga rumah maksimal Rp500 Juta dan merupakan rumah pertama. Jadi, peserta yang sudah memiliki rumah tidak bisa lagi memanfaatkan layanan ini,” Utoh menjelaskan.

Fasilitas ini bisa digunakan baik untuk rumah tapak maupun apartemen selama memenuhi syarat di atas. Yang menggiurkan adalah jaminan suku bunga yang tetap mengikuti suku bunga Bank Indonesia, yakni BI Repo Rate+3.

Sebagai contoh, suku bunga BI saat ini adalah 4,75%. Dengan demikian, suku bunga cicilan melalui BPJS-TK adalah 7,75%. Perubahan hanya terjadi jika suku bunga BI berubah.

“Kita lihat suku bunga BI tidak pernah berubah secara drastis. Kelebihannya dibandingkan KPR komersial biasanya (KPR komersial) di tahun pertama, tahun kedua, rendah, tetapi memasuki tahun ketiga dan keempat mengalami kenaikan signifikan,” kata Utoh.

 

No Comments

Post a Comment